Sebelummulai memesan kemasan minuman, penting untuk mengetai jenis kemasan yang bisa digunakan. Berikut ini adalah beberapa kemasan untuk berbagai minuman yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan : ⦁ Kemasan paper cup atau yang disebut juga dengan gelas kertas. Kemasan yang satu ini dianggap lebih aman dari pengguanaan plastik karena KemasanPrimer, yaitu bahan kemas langsung mewadahi bahan pangan (kaleng susu, botol minuman, dll). Kemasan Sekunder, yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti misalnya kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya. Kemasan Tersier dan Kuarter, yaitu Selainitu dikenal adanya nylon film, polyester film mempunyai daya tahan yang lebih baik terhadap temperatur. Banyak digunakan untuk boiling bag atau retort bag dalam aplikasi kemasan. Peningkatan Kemas Fleksibel Lembaran film yang akan digunakan sebagai bahan kemasan, diikat dengan jalan extrusion coating maupun laminasi. cash. “Sering mengonsumsi minuman kemasan dalam jumlah banyak sudah dikaitkan dengan banyak risiko kesehatan. Hal itu tidak terlepas dari berbagai zat berbahaya yang terkandung di dalamnya.” Halodoc, Jakarta – Suka minum minuman kemasan? Kebanyakan produk minuman tersebut memang enak, manis, dan hadir dengan warna-warna yang menarik. Namun, tahukah kamu, bahwa di balik rasanya yang manis dan warnanya yang menarik, terdapat banyak zat berbahaya dalam minuman kemasan? Bila kamu sering mengonsumsinya secara berlebihan, kamu berisiko tinggi mengalami berbagai macam penyakit. Mulai dari diabetes hingga kanker. Nah, berikut beberapa zat-zat berbahaya dalam minuman kemasan yang perlu diwaspadai. Bukan tanpa alasan kamu dianjurkan untuk mengurangi atau bila perlu, menghindari sama sekali minuman kemasan, seperti soda, minuman berenergi, dan lain-lain. Menurut sebuah penelitian di jurnal American Association for Cancer Research, mengonsumsi minuman ringan dua kali setiap minggu bisa meningkatkan risiko kanker pankreas dua kali lipat. Selain itu, meminum sekaleng cola standar sama saja seperti menuangkan 39 gram gula langsung ke tenggorokanmu. Nah, hal ini tentu saja akan memengaruhi lingkar pinggangmu. Bahkan, bila kamu memilih minuman kemasan bebas gula, sebuah studi baru-baru ini di jurnal Stroke menemukan bahwa minuman dengan pemanis buatan menyebabkan peningkatan risiko stroke dan demensia. Belum lagi kaitan soda dengan diabetes atau obesitas. Semua dampak buruk minuman tidak sehat tersebut sebenarnya tidak terlepas dari berbagai zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. Berikut zat-zat dalam minuman kemasan yang perlu diwaspadai 1. 4-methylimidazole 4-MEI Ini adalah zat yang umum ditemukan dalam soda yang berwarna karamel, seperti cola dan root beer. Studi tahun 2007 menunjukkan bukti adanya tumor pada tikus yang mengonsumsi zat tersebut dalam dosis tinggi. Pada tahun 2011, negara bagian California, Amerika Serikat, menyatakan 4-MEI sebagai kemungkinan karsinogen, sehingga meminta produsen untuk menurunkan jumlah zat tersebut dalam produk minuman. Perlu diketahui bahwa 4-MEI juga ditemukan pada makanan, seperti biji kopi panggang dan daging matang. Namun, kadar zat tersebut biasanya jauh lebih rendah pada makanan dibandingkan pada minuman kemasan. 2. Bisphenol A BPA BPA adalah bahan kimia yang biasa ditemukan tidak hanya di botol air plastik, tapi juga di lapisan kaleng soda aluminium. Penelitian sudah menunjukkan bahwa zat tersebut bisa keluar dari kemasan dan masuk ke dalam minuman di dalamnya. Menurut sebuah penelitian di Clinical and Experimental Reproductive Medicine, BPA meniru estrogen ketika berada di dalam tubuh yang menyebabkan pubertas dini pada wanita, mengurangi jumlah sperma, dan meningkatkan tingkat kanker reproduksi. Risikonya lebih parah lagi bila plastik dibiarkan terpapar panas atau cahaya. 3. Asam fosfat Zat ini sering digunakan dalam minuman soda untuk membuatnya tahan lama dan memberikan rasa tajam yang khas yang kita sukai. Nah, masalahnya asam kuat ini bisa mengikis gigi bila diminum setiap hari. Selain itu, sebuah studi dari Tufts University menemukan kemungkinan hubungan antara soda yang mengandung kafein dan asam fosfat H3Po4, dengan kepadatan tulang yang lebih rendah. Studi lain secara khusus berfokus pada wanita yang minum soda, dan menemukan soda dikaitkan dengan risiko tulang yang lemah serta patah tulang pinggul yang lebih tinggi. 4. Sirup jagung fruktosa tinggi Ini adalah jenis gula tambahan yang sering digunakan dalam minuman kemasan. Sebuah studi di Universitas California Los Angeles, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pola makan yang tinggi fruktosa bisa memperlambat otak, mengubah kemampuan seseorang untuk belajar dan mengingat informasi baru. Sirup jagung fruktosa tinggi secara khusus juga dikaitkan dengan obesitas, menurut sebuah penelitian di The American Journal of Clinical Nutrition. 5. Aspartame Kandungan inilah yang menjadi alasan mengapa diet soda memberikan lebih banyak dampak buruk daripada manfaat. Studi di Cell Biology and Toxicology mengklaim bahwa pemanis buatan ini tidak hanya bisa berubah menjadi alkohol kayu beracun dan formaldehida ketika masuk ke dalam tubuh. Namun, zat tersebut juga tidak dihilangkan oleh penyaringan limbah normal ginjal dan hati. Aspartame juga bisa membuat neuron atau sel saraf kamu terlalu bersemangat hingga akhirnya kelelahan dan mati, yang bisa berdampak buruk pada kecerdasan. 6. Natrium benzoat Natrium benzoat sendiri sebenarnya tidak terlalu berbahaya. Namun, ketika zat tersebut digabungkan dengan asam askorbat yang sering ditemukan dalam soda, karsinogen yang dikenal dengan benzena bisa terbentuk. Zat inilah yang berbahaya dan bisa meningkatkan risiko kanker. 7. Asam Sitrat Untuk menyeimbangkan rasa manis soda, beberapa perusahaan minuman menambahkan asam sitrat. Sebuah studi di International Journal of Pediatric Dentistry mengaitkan jenis asam ini dengan erosi gigi. Itulah beberapa zat-zat berbahaya yang ada dalam minuman kemasan. Jadi, usahakanlah untuk menghindari atau mengurangi konsumsi minuman kemasan. Tujuannya agar bisa terhindar dari dampak buruk zat-zat tersebut. Periksakan juga kondisi kesehatan kamu secara berkala agar masalah kesehatan bisa diketahui lebih awal dan diatasi. Untuk periksa kesehatan, gunakan saja aplikasi Halodoc dan buat janji medis di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! Referensi Eat This, Not That. Diakses pada 2022. Why You Should Be Worried About The Chemicals In Your Soda. Seeker. Diakses pada 2022. What Chemicals Make Soda So Unhealthy? Healthline. Diakses pada 2022. 6 Toxins’ in Food That Are Actually Concerning Bahan & Bumbu Foto Pixabay/Silviarita Untuk membuat minuman segar yang istimewa dan menarik, sebaiknya usahakan agar padu padan antara bahan cairan, pemanis, serta isinya cocok dan serasi. Berikut tiga hal yang wajib dipertimbangan sebelum membuat minuman penghilang dahaga 1/ Bahan cairan Berfungsi sebagai bahan utama, sekaligus menambah cita rasa dan mempercantik penampilan. Air matang paling umum digunakan, namun untuk itu diperlukan tambahan bahan lain untuk menambah cita rasa minuman. Penambahan santan atau susu bisa menyumbang rasa gurih. Sari buah juga mampu memberi tambahan rasa yang segar. Sari buah bisa dibuat dari buah yang ada, ataupun memanfaatkan sari buah siap pakai yang banyak tersedia di pasar swalayan. Bisa juga dimanfaatkan bahan-bahan yang bisa diseduh seperti teh, bunga rosela, daun mint, daun pandan, dan sebagainya. Selain memiliki aroma khas, bahan seduhan juga menampilkan warna yang khas, misalnya teh hijau, atau bunga rosela yang menghasilkan warna merah yang menggiurkan. Air kelapa, terutama yang masih muda dan baru, sering jadi pilihan karena rasanya masih segar dan khas. Untuk variasi, bisa juga digunakan air soda karena kandungan soda di dalamnya memberi cita rasa berbeda dan sedikit kejutan di lidah. Karena ada air soda manis, dan air soda yang tawar maka perhitungkan penggunaan bahan pemanis dalam padu padannya sesuai jenis air sodanya. 2/ Bahan pemanis Untuk pemanis minuman selalu gula pasir atau gula merah, dapat juga digunakan sirop rasa buah, sirop gula simple syrup, susu kental manis atau madu. Selain rasanya yang manis, sirop atau susu kental manis lebih mudah larut dalam cairan dan juga mudah didapat. Selain memanfaatkan bahan pemanis siap pakai yang tersedia di pasar swalayan atau pasar tradisional, Anda juga bisa membuat sirop sendiri. Selain lebih praktis, tingkat kekentalan dan kemanisannya dapat disesuaikan dengan selera. Sirop ini dapat dibuat beberapa hari sebelumnya dan dalam jumlah yang banyak sekaligus. Sebaiknya sirop dimasukkan ke dalam botol atau stoples bertutup rapat, kemudian diberi label tanggal pembuatannya dan disimpan dalam lemari es. Sirop buatan sendiri yang disimpan dengan baik dapat tahan selama ± 1 – 2 bulan. 3/ Bahan isi Untuk isi minuman segar dapat digunakan aneka jenis buah segar seperti markisa, mentimun, buah naga, kiwi, mangga, avokad, jambu biji, semangka, melon, jeruk, rambutan, ataupun nangka. Pemanfaatan daging buah bisa dengan dipotong kecil atau diserut tergantung kebutuhannya. Buah kalengan juga bisa menjadi pilihan karena selain praktis juga mudah didapat, baik di pasar swalayan ataupun di pasar tradisional. Ada berbagai macam buah kaleng, tidak hanya buah-buahan impor yang sulit didapat di Indonesia, namun juga buah-buahan lokal seperti pepaya, rambutan, nanas, kelengkeng, jeruk, atau campuran buah. Buah dalam kaleng biasanya dikemas dalam sirop gula sebagai cairan perendamnya, sehingga bila cairan ini akan dimanfaatkan dalam minuman, perhitungkan bahan pemanisnya. Berbagai jenis manisan, baik yang kering ataupun yang basah seperti manisan ceri, sultana, kismis, ataupun raisin juga dapat menambah cita rasa dan mempercantik penampilan umum. Berbagai jenis tapai dapat ditambahkan untuk isi minuman, seperti tapai singkong, tapai beras, atau tapai ketan. Ingat, pemakaian tapai harus memperhatikan tingkat kematangan fermentasinya, karena tapai yang belum lama difermentasi rasa dan aromanya kurang sedap. Sedang tapai yan terlalu lama fermentasinya, akan mengeluarkan aroma dan rasa alkohol yang cukup menyengat dan sedikit asam. Bahan lain yang bisa ditambahkan ke dalam minuman adalah sari kelapa nata de coco, rumput laut, cendol, biji mutiara siap pakai, dan juga cincau, baik yang hitam maupun yang hijau. Klik halaman berikutnya untuk melanjutkan Share REVIEW VIDEO Ada banyak produk yang bisa dikemas dengan berbagai macam material kemasan. Setiap material kemasan sebenarnya sangat cocok untuk digunakan di banyak produk yang ada di pasaran. Tapi, ada produk yang tidak cocok dengan beberapa bahan kemasan tertentu. Kira-kira apa bahan kemasan yang paling tepat untuk produk kamu? Temukan jawabannya di artikel ini. Secara umum sebenarnya ada 6 bahan kemasan yang umum digunakan. Keenam bahan yang ada bisa kamu personalisasikan dengan beragam material lain yang mungkin saja untuk dikombinasikan dengan kemasan primer yang kamu gunakan. 1. Plastik Kemasan plastik jadi salah satu bahan baku utama yang paling banyak digunakan dalam produksi kemasan. Hal ini karena material plastik bisa didapat dengan mudah dan dijual dengan harga yang cukup ramah dikantong. Tidak hanya itu, sebuah kemasan yang terbuat dari plastik dikenal memiliki beberapa keunggulan dan ketahanan yang cukup. Dibanding dengan yang lainnya, kemasan plastik banyak sekali digunakan untuk hampir semua produk. Makanan sampai minuman bisa sangat cocok untuk dikemas dengan plastik. Plastik terdiri dari banyak jenis dan kategori yang bisa kamu pilih, namun untuk produk makanan biasanya paling banyak menggunakan jenis PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, dan PS. Bahan plastik sangat tepat untuk produk snack, minuman, bumbu dapur, kecap, minyak, sambal, biskuit, mainan bayi, cairan kimia, dan hampir semua produk lain. 2. Kertas Selanjutnya ada kemasan kertas yang juga tidak kalah banyak digunakan sebagai wadah pengemas yang sangat tepat dan bisa menjadi rekomendasi untuk produk kamu. Sebagai bahan kedua yang banyak digunakan oleh para produsen, kemasan kertas banyak disukai karena ada banyak jasa cetak kemasan yang memproduksi kemasan kertas ini. Berbeda dari kemasan plastik yang bisa digunakan untuk banyak produk tanpa terkecuali, bahan kemasan kertas hanya cocok untuk masuk ke produk padat yang tidak memiliki banyak kadar air. Walaupun sekarang sudah ada cukup banyak kemasan kertas yang juga tahan air dan biasa dijadikan wadah untuk kemasan makanan berkuah, rupanya hal tersebut juga didukung oleh lapisan plastik yang ada di dalam wadah tersebut. Sama seperti plastik, kemasan kertas juga terdiri dari banyak jenisnya. Jenis yang ada di kemasan kertas pun bisa menentukan kecocokannya untuk penggunaan produk seperti apa yang akan dikemas. Namun setidaknya kemasan kertas cocok untuk produk makanan ringan, makanan cepat saji yang memiliki kadar minyak sedikit, biskuit, kue, teh, dan kopi. 3. Aluminium source pixabay Selanjutnya ada kemasan yang berbahan dasar aluminium. Jika mencari kemasan kedap udara, sebaiknya gunakan kemasan aluminium untuk produk-produk kamu. Jenis kemasan yang satu ini emang sangat cocok untuk produk-produk yang harus tahan sama sinar matahari. Kemasan aluminium biasanya perlu tambahan plastik yang digunakan sebagai pelindung tambahan dalam sebuah kemasan. Karena ada tambahan plastik, kemasan aluminium foil bisa dicetak jadi beragam bentuk yang diinginkan. Misalnya seperti sachet, standing pouch, dan kemasan lainnya. Sebuah bahan aluminum biasanya sangat cocok untuk produk kopi, sambal, bumbu halus, makanan ringan. 4. Karton source pixabay Satu tingkat lebih kuat dari kemasan kertas, kemasan karton biasanya dipakai oleh banyak produk non makanan. hal ini karena ketahanan dan kekuatan produk yang dikemas dengan karton bisa lebih kuat. Konsep karton yang kaku bisa membuat produk tetap terjaga. Pada umumnya, kemasan yang terbuat dari karton disebut sebagai corrugated box. Tapi bukan berarti corrugated box tidak bisa digunakan oleh produk makanan, sekarang juga ada banyak produk makanan yang menggunakan kemasan karton. Kemasan karton bisa memiliki kesan yang baik untuk konsumen, hal ini karena produk makanan yang dikemas dengan karton biasanya terlihat lebih elegan dan mewah serta berkelas. Setidaknya, produk inilah yang cocok untuk dikemas dengan karton kue ulang tahun, biskuit, sepatu, pakaian, hijab, buku, parfum, jam, perhiasan, dan sebagainya. 5. Kayu source pixabay Kemasan kayu biasanya digunakan oleh produsen-produsen dalam skala besar. Misalnya seperti produk-produk sayuran yang akan dipasarkan ke pasar tradisional atau supermarket tertentu. Kayu yang digunakan biasanya berukuran cukup besar karena mampu memuat cukup banyak produk yang ada. Untuk produsen skala besar, kemasan kayu sangatlah dibutuhkan. Hal ini karena banyak produk yang butuh untuk dimuat dan dikemas dalam skala yang besar. Produk yang cocok dikemas dalam kemasan kayu misalnya seperti buah-buahan segar, sayur, telur. 6. Logam source pixabay Yang terakhir adalah logam, logam merupakan salah satu material yang cukup banyak digunakan untuk bahan material kemasan. Bahan baku logam biasanya akan dibuat menjadi bentuk kaleng yang sangat melindungi produk. Kemasan kaleng biasanya digunakan untuk produk makanan olahan, daging, buah kaleng, susu kental manis, kornet, dan sebagainya. Post Views 39,425

berikut bahan yang sering digunakan untuk kemasan minuman segar kecuali